Kita sudah sering mendengar usaha penggemukan domba atau qibas tanpa menggunakan pakan rumput yang dapat dilakukan dengan cara pemberian konsentrat sebagai pemenuhan nutrisi ternak domba. Usaha pemeliharaan ternak domba tanpa modal untuk membeli pakan atau menyediakan rumput di kebun sendiri juga sudah sering kita dengar yaitu dengan cara melepaskan domba secara liar berkeliling untuk mencari nafkah sendiri, hal ini sangat tidak baik dan dilarang karena dapat menggangu tanaman masyarakat sekitar dan juga jika ditinjau dari segi syariat islam, pemeliharaan domba dengan cara melepaskan secara liar tidak boleh digunakan untuk hewan kurban.
Berikut ini akan kami terangkan tentang usaha penggemukan domba dapat dilakukan tanpa kandang sekaligus peternak dapat melakukan teknik pemasaran dalam usaha penggemukan domba dan dalam pembahasan disini saya khususkan pada penggemukan domba garut.
Kenapa Domba Garut.
Jika dilihat dari sisi tampilannya domba garut mempunyai postur tubuh yang kokoh dan gempal, apalagi untuk domba jantan yang ditunjang oleh keindahan tanduknya dan domba garut juga menjadi pilihan yang banyak digemari sebagai hewan pilihan terbaik untuk hewan qurban apabila dibandingkan dengan hewan domba lainnya,
Domba garut berasal dari hasil persilangan atau kawin silang dari tiga rumpun domba yaitu dari domba kaapstad dari afrika dengan domba merino dari australia dan dengan jenis domba yang ada di tatar sunda.
Keunggulan Domba Garut
Domba garut selain tubuhnya yang gempal dan kokoh, persentase gabungan antara tulang dan daging yang dihasilkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan domba lainnya. Gabungan antara tulang dan daging disebut dengan Karkas.
Dari hasil penelitian para pakar di beberapa negara dunia, daging domba merupakan salah satu jenis daging merah yang sarat akan nutrisi dan aman untuk dikonsumsi. Terlebih daging domba muda atau lebih sering disebut juga dengan lamb yang berasal dari anak domba berusia kurang dari 1 tahun. Daging domba muda kaya akan protein, zat besi, Omega 3, dan Omega 6 yang baik untuk kesehatan jantung dan mengoptimalkan perkembangan fungsi otak.
Berikut ini akan kami terangkan tentang 4 Teknik Penggemukan Domba atau Qibas.
1. Pemilihan bibit unggul
Pilihlah ternak domba sebagai bibit domba bakalan yang tidak terlampau gemuk ataupun terlampau kurus tetapi memiliki ukuran rangka tubuh cukup baik. Domba yang memiliki ukuran rangka tubuh baik adalah domba yang memiliki punggung rata, badan panjang dan besar, lurus dan lebar, berbulu halus, serta susunan struktur gigi ternak domba belum tanggal. Pemilihan bibit unggul ini sangat penting dilakukan karena jika tidak maka hasilnya nanti tidak sesuai target dan akan sia-sia jika pemilihan bibit ternak domba tidak berkualitas. Adapun target pertumbuhan domba yang diharapkan adalah dengan naiknya berat badan minimal 2 kilogram per bulan.
Beberapa faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan berat badan dan perkembangan rangka hewan ternak domba adalah manajemen pemeliharaan yang diterapkan, pakan ternak yang diberikan guna memenuhi kebutuhan nutrisi hewan ternak domba, kesehatan, iklim dan cuaca, serta faktor bangsa domba.
2. Teknik Bermitra dengan petani di lingkungan sekitar
Bermitra atau bekerja sama dengan petani di desa atau lingkungan sekitar adalah teknik kedua yang akan kita bahas. Pemilik ternak dapat bekerja sama dengan petani desa dalam hal beternak domba untuk dapat merawat, memelihara serta membesarkan ternak domba sampai dengan proses panen atau penjualan ke pasar.
Pemilik ternak dapat menitipkan domba untuk dipelihara oleh petani desa dengan periode tertentu dan dan mencapai berat badan sesuai dengan yang diinginkan atau ditargetkan. petani desa mempunyai kewajiban menyediakan kandang, merawat, memelihara serta membesarkan hewan ternak domba hingga waktunya penjualan tiba, Dari hasil penjualan ini nantinya akan dilakukan bagi hasil antara petani desa dengan pemilik ternak domba sesuai dengan perjanjian yang dilakukan sebelumnya.
3. Teknik Pemeliharaan dan perawatan kesehatan ternak domba
Hal yang paling penting yang harus dilakukan adalah usaha Pembekalan pedoman pemeliharaan dan perawatan kesehatan ternak domba kepada petani desa sebelum melakukan kerjasama atau menjadi mitra usaha.
Pembekalan tersebut berupa pengetahuan tentang teknis pemberian pakan, persyaratan kandang, pengetahuan tentang penyakit ternak domba yang kemungkinan akan muncul.
Berikut ini adalah beberapa hal yang sangat penting yang harus diketahui oleh peternak domba dalam usaha penggemukan domba antara lain adalah:
- Pemberian rumput sebagai pakan
- Menjaga kebersihan kandang dan ternak domba
- Pemberian obat cacing secara rutin
- pertolongan pertama pada penyakit kembung perut dan penyakit Orf
Jenis pakan yang diberikan antara lain golongan rumput antara lain dari jenis rumput gajah, king grass ataupun rumput alam, kacang-kacangan seperti daun gamal, daun lamtoro, turi dan kaliandra, termasuk juga pemanfaatan limbah pertanian seperti daun pisang, daun dadap, daun jagung, daun ketela pohon dan juga daun nangka. Pemberian pakan ternak yang baik dan berkualitas akan menunjang dalam pertumbuhan atau penambahan berat badan optimum pada hewan ternak domba.
Selanjutnya adalah Kebersihan kandang, hewan ternak domba, dan lingkungan sekitar kandang juga menjadi bagian penting. Walaupun kandang terbilang sederhana atau bagus dari sisi bahan yang digunakan, tidak menjadi alasan bagi petani desa untuk tidak menjaga kebersihan kandang ternak dan lingkungan sekitar kandang. Ukuran yang ideal untuk kandang penggemukan domba adalah 0,5 m x 1,2 m, dan juga dilengkapi tempat pakan bagian depan kandang.
Selain dari kebersihan lingkungan dan kandang, kebersihan ternak domba juga harus tetap terjaga.
Cara menjaga kebersihan antara lain dengan memandikan, mencukur bulu domba yang sudah terlampau gimbal, sampai pada perawatan dengan memotong kuku domba. Kebersihan kandang dan hewan ternak yang tidak terjaga akan menimbulkan banyak penyakit. Salah satu penyakit yang berbahaya dan ditakuti oleh para peternak domba penggemukan adalah penyakit cacing. Penyakit cacing juga disebabkan oleh waktu pengaritan pakan rumput terlampau pagi sehingga menyebabkan telur atau larva cacing masih berada di bagian atas rumput ketika dimakan oleh hewan. Tindakan pencegahannya adalah pemberian obat cacing secara rutin dan dilakukan sesuai dengan takaran yang dianjurkan.
Penyakit Kembung perut pada ternak domba biasanya disebabkan oleh kondisi kandang yang terlalu lembab atau karena pemberian pakan rumput yang masih terlampau basah. Menurut sumber situs Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, kembung perut biasa menyerang ternak domba pada suhu lingkungan yang dingin dan tiupan angin yang mengandung air atau embun.
Tindakan pengobatan kembung perut pada ternak domba adalah mengeluarkan domba dari kandang dan memaksa domba supaya berjalan dengan tujuan membantu keluarnya gas dari rumen. Usahakan hewan ternak domba untuk tetap berdiri
dengan kaki bagian depan lebih tinggi. Perut di bagian kiri diurut-urut sambil ditekan supaya gas dapat keluar. Ternak domba diberikan minum berupa campuran minyak angin dan air hangat dengan takaran 10 tetes minyak angin dicampur dengan 1 (satu) gelas air hangat dan kemudian segera menghubungi dokter hewan atau penyuluh dari dinas terdekat.
4. Teknik Pemasaran Domba
Teknik keempat pada usaha penggemukan domba adalah pemasaran hewan ternak domba kepada konsumen dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara program tabungan domba kurban yang biasanya dilakukan secara rutin pada setiap tahun. Pemasaran domba kurban melalui program tabungan kurban merupakan salah satu teknik pemasaran bagi peternak domba yang mempunyai fungsi keuangan sebagai penghimpun dana masyarakat. Besarnya dana masyarakat yang bisa terhimpun melalui program ini dengan cara cicilan tiap bulannya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar