Keberhasilan dalam usaha peternakan khususnya ternak unggas sangat dipengaruhi oleh ketersediaan, kelengkapan, keberfungsian alat yang ada di farm tersebut dan bagaimana perilaku manusia yang mengelolanya, apakah dilakukan dengan tekun, teliti, disiplin, dan tanggung jawab. Terdapat beberapa macam jenis peralatan farm yang sering dipergunakan di dalam proses pemeliharaan ternak, baik peralatan farm manual maupun peralatan farm otomatis.
Kelangsungan proses produksi ternak perlu didukung dengan ketersediaan kandang dan peralatan yang memadai. Perkembangan usaha pembibitan (breeding farm) terus meningkat karena permintaan bibit ayam komersial setiap tahun semakin tinggi seiring dengan perkembangan penduduk dan kebutuhan penduduk terhadap daging dan telur ayam.
Pemeliharaan ayam bibit merupakan pemeliharaan ayam induk (parent stock) yang dipelihara bersama-sama dengan pejantan. Pemeliharaan ayam bibit pada umumnya diusahakan oleh breeding farm untuk menghasilkan bibit ayam berupa final stock yang berkualitas. Pembibitan (breeding) dalam usaha peternakan unggas komersial sangat penting dan sangat perlu mendapat perhatian yang khusus. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan mendapatkan kualitas DOC final stock yang bagus serta menghindari terjadinya inbreeding dalam suatu peternakan. Pemeliharaan parent stock yang kurang baik akan berdampak buruk pada keturunan yang dihasilkan. Sebagai contoh apabila induk terserang penyakit menular tertentu, maka penyakit tersebut dapat ditularkan secara vertikal pada keturunannya. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen pemeliharaan yang baik.
Ayam pembibit (Parent Stock) adalah ayam penghasil final stack dan merupakan hasil pemeliharaan dengan metode perkawinan tertentu pada peternakan generasi grand parent stock. Ayam bibit induk merupakan ayam induk yang terpelihara untuk menghasilkan ayam komersial atau final stock baik pedaging maupun petelur yang merupakan hasil persilangan dari grand parent stock. Parent stock merupakan bibit dengan spesifikasi tertentu untuk menghasilkan bibit sebar atau bibit niaga (final stock) yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Parent stock adalah ayam induk penghasil ayam komersial yang merupakan hasil persilangan pada grand parent stock Ayam pembibit (parent stock) adalah ayam induk penghasil bibit ayam komersial atau final stock baik pedaging maupun petelur yang merupakan hasil persilangan pada grand parent stock sebagai hasil pemeliharaan dengan metode perkawinan tertentu pada peternakan generasi grand parent stock.
Manajemen pemeliharaan ayam parent stock berbeda dengan manajemen pemeliharaan ayam final stock. Hal ini dikarenakan manajemen pemeliharaan ayam parent stock bertujuan untuk menghasilkan telur tetas dengan fertilitas tinggi dan daya tetas yang tinggi pula dengan proses seleksi yang ketat. Sedangkan manajemen pemeliharaan ayam final stock bertujuan untuk menghasilkan ayam yang mampu berproduksi tinggi (produksi daging atau telur) tanpa adanya seleksi yang ketat, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Bibit yang unggul akan menampilkan produktivitas yang tinggi apabila diikuti dengan pemberian pakan yang bermutu, yakni pakan yang lengkap, seimbang, dan memenuhi kandungan zat makanan yang dibutuhkan oleh unggas. Demikian pula bibit yang unggul serta mendapatkan pakan yang bermutu tidak akan mampu memberikan produktivitas yang tinggi jika tidak didukung dengan manajemen yang baik dan tepat.
Kandang berperan penting untuk melindungi ternak dari cuaca buruk, seperti hujan, panas, dingin, menjaga ternak dari gangguan binatang buas, dan memudahkan pengumpulan telur dan pupuk kandang serta memudahkan pemeliharaan sehari-hari, pengawasan terhadap penyakit dan seleksi.
Kandang merupakan salah satu bagian yang penting dalam budi daya ternak. Sebagai tempat hidup ternak, kandang selain nyaman juga harus sehat atau bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Oleh sebab itu perlu dilakukan pembersihan dan penyucihamaan (sanitasi dan disinfeksi) kandang, peralatan, dan lingkungan kandang. Hal ini penting, mengingat hanya ternak yang sehat yang dapat memberikan produksi yang optimal.
Manfaat kandang
Kandang merupakan salah satu sarana yang penting di dalam usaha peternakan. Dengan tersedianya kandang dapat mempermudah peternak dalam mengelola usahanya. Penyediaan kandang yang baik dan benar merupakan modal awal keberhasilan dalam berusaha. Kandang dan peralatan nya mempunyai dwi fungsi, yaitu merupakan tempat tinggal bagi ternak dan tempat bekerja bagi peternak dalam melayani kebutuhan sehari-hari untuk ternak tersebut.
Adapun manfaat kandang bagi ternak dan peternak adalah sebagai berikut:
- Memberi rasa aman dan nyaman bagi ternak yang tinggal di dalamnya, terutama untuk menghindarkan dari lingkungan yang merugikan.
- Tempat untuk istirahat ternak setelah melakukan aktivitas sehari-hari dan tempat bertelur/berproduksi.
- Memberi kesehatan bagi ternak yang berada di dalamnya dan memberikan kehangatan di waktu malam hari.
- Memudahkan peternak dalam pengawasan/ pengontrolan apabila ada ternak yang sakit.
Hal-Hal yang perlu Diperhatikan dalam membangun Kandang
Aspek Ekonomi
Kandang yang dibangun tidak terlalu mahal, diusahakan semurah mungkin, tetapi masih memenuhi persyaratan teknis di mana ternak akan betah tinggal di dalam kandang dan membuat pertumbuhan ternak yang normal dan sehat sehingga akan memberikan hasil yang optimal.
Aspek Sosial
Dalam membangun kandang sebaiknya harus memperhatikan aspek sosialnya. Jangan sampai dengan berdirinya suatu usaha peternakan ayam, warga atau masyarakat sekitar justru terganggu.
Aspek Teknis
- Aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang ternak lokasi kandang yang sebaiknya:
- Berada dekat dengan jalan.
- Dekat dengan sumber air, Selain digunakan untuk kebutuhan air minum ternak, air juga diperlukan untuk membersihkan kandang, peralatan dan lain sebagainya.
- Jauh dari keramaian, karena bisa menyebabkan stres bagi ternak unggas tersebut, seperti ayam petelur, ayam bibit, dan lain-lain.
- Dekat dengan sumber bahan baku makanan, karena hampir sebagian besar pengeluaran anggaran biaya untuk membeli pakan atau konsentrat.
Aspek Kesehatan
- Letak Kandang. Untuk menghindari penyebaran suatu penyakit, maka perlu pemisahan antara kandang induk, dara, dan anak. Jarak antarunit kandang, minimal selebar ukuran kandang tersebut.
- Ventilasi. Kandang harus cukup terbuka untuk keluar masuknya udara. Dengan dapat diciptakannya pertukaran udara yang baik maka di dalam kandang akan selalu terdapat udara yang segar, bersih, dan sehat.
- Sinar Matahari. Letak kandang diusahakan sedemikian rupa, sehingga sinar matahari dapat leluasa masuk ke dalam kandang. Sinar matahari yang paling baik bagi ternak adalah sinar matahari pagi. Oleh karena itu bagian kandang yang terbuka sedapat mungkin menghadap ke arah masuknya sinar matahari pagi.
- Kelembapan. Kelembapan dalam ruangan kandang sangat berpengaruh terhadap kesehatan ternak yang tinggal di dalamnya (terutama ternak unggas seperti ayam). Kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan ternak menderita suatu penyakit pemapasan.
- Hujan dan Angin Kencang. Kandang hendaknya terjaga dari pengaruh hujan dan angin kencang sebab kemungkinan air hujan akan masuk ke dalam kandang atau angin kencang dapat menyebabkan bangunan kandang roboh.
- Pohon Pelindung. Untuk memperoleh udara segar, maka sedapat mungkin sekitar kandang perlu ada pohon pelindung. Selain dari itu pohon pelindung dapat juga berfungsi untuk menahan angin kencang, sehingga angin tidak menerpa langsung kandang.
Jenis-Jenis Kandang
Kandang Terbuka (Opened House)
- Konstruksi kandang dibuat dari bahan yang kuat dan mudah perawatannya.
- Panjang teras atap kandang sekitar 0,5-1,0 meter untuk melindungi masuknya sinar matahari secara langsung dan hujan.
- Tidak memungkinkan masuknya burung liar, rodensia, dan lain-lain.
- Bubungan atap kandang terbuka sebagai jalan keluar udara panas.
- Kemiringan atap kandang minimal 25 .
- Lebar kandang maksimum 9 meter.
- Insulasi atap kandang di dalam.
- Atap kandang menggunakan bahan yang memantulkan cahaya dan menggunakan cat putih yang dapat memantulkan cahaya panas matahari.
- Penyimpanan pakan dan telur harus terhindar dari masuknya tikus, dan lain-lain.
- Disinfeksi pada tempat ganti pakaian kerja dan sepatu boot, m inimal disinfeksi dilakukan di depan pintu masuk kandang dengan cara mencelupkan kaki ke dalam disinfektan.
- Jarak antara kandang unggas yang satu dengan yang lain minimal 50 meter.
- Dikondisikan atau disesuaikan pada tempat yang relatif dingin, dekat danau atau sungai.
- Dikondisikan minimum radiasi atau sinar matahari masuk ke dalam kandang.
- Pohon tidak rendah atau semak dekat kandang dapat menahan arus udara.
- Pohon-pohon tinggi di sekitar kandang bisa difungsikan sebagai peneduh.
- Tidak ada tempat untuk tikus dan rodensia yang lain untuk sembunyi.
- Lantai dalam kandang bersemen akan memudahkan dalam pembersihan kandang.
- Rumput atau tanaman hijau di sekitar kandang akan dapat memberikan pengaruh yang dingin atau sejuk.
- Drainase di sekitar kandang dapat mengatur aliran air.
- Tinggi lantai kandang di atas untuk mencegah air hujan masuk ke dalam kandang.
Opened Front Houses
Curtain Houses
Kandang Tertutup (Close House)
Sistem Kandang Ternak Unggas
Full Litter System
Litter Slat Combinations System
Full Slatted Floor System
Cage System




Tidak ada komentar:
Posting Komentar